Dear Prudence,
Aku benar-benar telah kehilangan dia... tak mungkin kuraih kembali dan tak mungkin dia kembali. Dia benar-benar tidak membutuhkan aku... dari ucapannya, di satu sisi dia nampak membutuhkan aku tetapi di sisi lain aku sudah tidak memiliki arti lagi. Terbukti bisa atau tidak aku membantunya...it's ok... dan ternyata seperti yang sudah-sudah... aku hanya sambilan... tidak pernah ada waktu khusus untukku... semua bisa terjadi kalau masih ada sisa waktunya....
Dear Prudence,
Tahukah kau betapa pedih rasanya menjadi tidak berarti?!