Dear Prudence, aku mencintainya dan berusaha selalu ada untuk dirinya... butuh atau tidak. Dear Prudence, tahukah kau betapa sakitnya hati ini ketika dia mulai berubah...
Aku harus ada hanya jika dia membutuhkan... tidak perduli apakah aku butuh kehadirannya atau tidak... bahkah ketika dia perlu aku dan aku tidak ada dia dengan mudah berkata "gliran lg bner2 d butuhin g prnah ada.. skrg km tuch mmang g prnah ada wkt lg buat aq :(". Fakta itu diputar balikkan... ketika aku butuh dia, dia katakan tidak perlu lagi ketemu dengannya... tetapi ketika dia perlu aku... itulah ucapannya.
Dear prudence, tahukah betapa sakitnya hati ini... ketika dengan penuh kecintaan aku datang, penuhi harapannya... tetapi seperti yang sudah-sudah... kekecewaan yang selalu kuterima...
Dear Prudence, please make me smile...